BangunHitung

Estimator material bangunan untuk renovasi dan pembangunan rumah Anda.

0
Proyek
0
Total Area
0
Kalkulasi

Proyek Saya

← Kembali ke Dashboard

Buat Proyek Baru

Beri nama yang mudah diingat untuk proyek ini

Contoh: Renovasi Dapur + Kamar Mandi, Bangun Rumah Type 36

Informasi tambahan tentang proyek ini

← Semua Proyek

0
Area
0
Kalkulasi
Rp 0
Total Est.

Area / Ruangan

← Kembali ke Proyek

Pilih Jenis Material

Keramik & Granit
Lantai & dinding
Cat Dinding
Interior & eksterior
Plafon PVC
Panel PVC
Plafon Gypsum
Board gypsum
Plafon GRC
Board GRC
Paving Block
Halaman & jalan
← Kembali ke Proyek

🛒 Daftar Belanja

💰 TOTAL ESTIMASI PROYEK Rp 0

Panduan Bangunan

Istilah-istilah dalam dunia bangunan dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Waste Factor adalah persentas tambahan material yang perlu Anda beli untuk mengantisipasi pemborosan saat pemasangan.

Pemborosan terjadi karena: potongan di sudut/pinggiran, keramik/material yang pecah, dan kesalahan ukur. Nilai 10% sudah cukup untuk ruangan berbentuk kotak normal. Untuk ruangan dengan banyak sudut atau motif diagonal, gunakan 15-20%.

Coverage Cat adalah luas area yang bisa dicat dengan 1 liter cat. Biasanya tertulis di kemasan cat, misalnya "10 m² per liter" artinya 1 liter cukup untuk 10 m² dengan 1 lapisan.

Angka ini bisa berbeda tergantung: jenis cat (interior/eksterior), kondisi tembok (baru/lama), dan cara pengaplikasian (kuas/roller/spray). Rata-rata cat interior berkisar 8–12 m²/liter.

Luas Dinding dihitung dengan rumus: Keliling Ruangan × Tinggi Dinding. Keliling = 2 × (Panjang + Lebar).

Contoh: Ruangan 4m × 3m dengan tinggi 3m → Keliling = 2×(4+3) = 14m → Luas Dinding = 14 × 3 = 42 m². Dari total ini dikurangi luas pintu dan jendela untuk mendapat luas efektif yang dicat.

Keliling Ruangan adalah total panjang semua sisi dinding. Untuk ruangan berbentuk kotak: Keliling = 2 × (Panjang + Lebar).

Contoh: Ruangan 5m × 4m → Keliling = 2 × (5+4) = 18 meter. Keliling digunakan untuk menghitung kebutuhan cat dinding dan keramik dinding.

Meter persegi (m²) adalah satuan luas. Dihitung dari Panjang × Lebar. Digunakan untuk mengukur luas lantai, dinding, dan plafon.

Contoh: Lantai berukuran 4m × 3m = 12 m². Artinya Anda membutuhkan material untuk menutupi area seluas 12 meter persegi.

Keramik adalah material penutup lantai atau dinding yang terbuat dari tanah liat yang dibakar dan dilapisi glasur. Lebih terjangkau dibanding granit.

Ukuran populer: 30×30, 40×40, 60×60 cm untuk lantai. Untuk dinding kamar mandi biasanya 25×40 atau 30×60 cm. Dijual per dus berisi beberapa keping.

Granit (atau granit tile) adalah material penutup lantai premium yang lebih padat dan keras dari keramik biasa. Tahan terhadap goresan dan lebih mengkilap.

Ukuran populer: 60×60, 80×80, 60×120 cm. Cocok untuk ruang tamu, lobi, dan area representatif. Harganya lebih mahal dari keramik biasa.

PVC (Polyvinyl Chloride) adalah bahan plastik yang digunakan sebagai panel plafon. Ringan, mudah dipasang, tahan air, dan cocok untuk area lembab seperti kamar mandi, dapur, dan teras.

Panel PVC tersedia dalam lebar 20, 25, atau 30 cm dengan panjang 4 meter. Dipasang di atas rangka hollow galvalum. Mudah dibersihkan dan tidak perlu dicat.

Gypsum adalah papan plafon berbahan kalsium sulfat yang ringan dan mudah dibentuk. Sangat populer untuk plafon interior karena permukaannya halus dan bisa dicat.

Ukuran standar: 120×240 cm, tebal 9mm or 12mm. Kekurangan: tidak tahan air, hindari untuk area basah. Perlu dilapisi compound dan dicat setelah pemasangan.

GRC adalah papan semen yang diperkuat serat fiberglass. Lebih tahan terhadap kelembaban dibanding gypsum, cocok untuk area semi-outdoor seperti teras dan garasi.

Ukuran standar sama dengan gypsum: 120×240 cm. GRC lebih berat dari gypsum tapi lebih tahan lama di lingkungan lembab. Perlu sealant atau cat khusus eksterior.